Konawe, Netjournal.id – Ketua PGRI Sulawesi Tenggara, Dr. Suryadi, S.Pd., M.Pd. angkat bicara mengenai tertundanya pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk guru SMA, SMK, dan SLB di Sultra. Masalah ini telah berlangsung sejak 2019 akibat kebijakan Carry Over atau penundaan pembayaran ke tahun berikutnya.
Para guru yang tergabung dalam Aliansi Guru SMA/SMK dan SLB Sultra telah mengadakan dua kali Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Sultra. RDP pertama diadakan pada 30 Desember 2024 dan kedua pada 21 Januari 2025.
Beberapa tunjangan yang belum dibayarkan meliputi:
- TPG triwulan keempat tahun 2024 yang baru dibayar dua bulan
- Tunjangan Hari Raya (THR) 2024 yang belum cair
- Tambahan Penghasilan (Tamsil) yang seharusnya diterima sebelum Idul Fitri 2024
Dalam konferensi pers di Kendari (9/2/2025), Ketua PGRI Sultra menyatakan akan membawa masalah ini ke PGRI Pusat. “Saya akan ke Jakarta dan berkoordinasi dengan PGRI Pusat,” katanya.
Sebagai Kepala Dinas Dikbud Konawe, Suryadi berharap masalah ini bisa selesai sebelum 20 Februari 2025, sebelum pelantikan Gubernur Sultra yang baru. Ia juga meminta Pj Gubernur Sultra, Andap Budi Revianto, untuk menyelesaikan masalah ini sebelum masa jabatannya berakhir.
PGRI Sultra mengancam akan menggelar demonstrasi yang lebih besar jika tidak ada tanggapan dari pemerintah.
“Kami akan terus memperjuangkan hak para guru hingga tunjangan mereka benar-benar dibayarkan,” tegasnya.
Seorang guru SMA yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaan terhadap penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi (yang kini menjabat sebagai Pj Bupati Kolaka Utara) saat RDP. Hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan tidak bisa dihubungi untuk dimintai keterangan. (*)











