KONAWE, NETJOURNAL.ID – Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kian mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu tiga bulan, Januari hingga Maret 2024, tercatat 254 pasien DBD memadati Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Bahkan, ruangan dan IGD di RSUD penuh sesak dengan pasien DBD. Melihat situasi ini, Ketua DPRD Konawe, Dr. H. Ardin, S.Sos, M.Si, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera bertindak.

“Pemerintah daerah, melalui Dinas Kesehatan, harus serius menangani wabah ini. Lakukan sosialisasi masif, fogging, dan berikan bantuan bubuk abate kepada masyarakat,” tegas Ardin.
Langkah antisipatif ini penting untuk mencegah lonjakan pasien DBD. DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta ruam pada kulit.

Kepala Seksi Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular (P3M) Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, Hasrin, S.KM, M.Kes, mengonfirmasi lonjakan kasus DBD ini.
“Dari Januari sampai Maret, ada 254 pasien DBD di Konawe. Saat ini, 15 pasien masih dirawat,” ungkap Hasrin.
Meskipun 239 pasien telah berhasil ditangani, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Mari bersama-sama cegah DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas nyamuk Aedes aegypti. (Red.)






