Jakarta, netjournal.id – Juru Bicara Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, mengungkapkan bahwa senjata api yang disita oleh Polda Papua dipesan dari pihak militer Indonesia. Sebelumnya, polisi menyita enam pucuk senjata api produksi PT Pindad dari Yuni Enumbi, 29 tahun, di Kabupaten Keerom pada Kamis, 6 Maret 2025.
“Kami mendapatkan senjata dari militer Indonesia, dan ini hal yang biasa. Sudah sering terjadi dan merupakan bagian dari upaya TPNPB dalam memperjuangkan kemerdekaan Papua,” kata Sebby melalui pesan suara yang diterima surat kabar Tempo, Sabtu, 8 Maret 2025..
Sebby menambahkan bahwa praktik jual beli senjata di Papua selama ini memang melibatkan pihak militer Indonesia.
“Itulah yang disebut pasar gelap. Dalam perjuangan ini, kami terhubung dengan jaringan di militer Indonesia untuk mendapatkan pasokan senjata. Tentara dan polisi butuh uang, kami butuh senjata,” jelas Sebby.
Dia juga menyebutkan bahwa selain pasokan senjata dari militer Indonesia, dukungan juga datang dari orang asli Papua yang bertugas di institusi militer dan kepolisian.
Salah satu contohnya adalah Yuni Enumbi, mantan anggota TNI yang pernah bertugas
Sumber : https://www.tempo.co/hukum/tpnpb-mengaku-sudah-sering-beli-senjata-dari-militer-indonesia-di-black-market–1217048











