Lukman Abunawas Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Lembaga Adat Tolaki Sultra

Daerah2089 Dilihat

Konawe, netjournal.id – Musyawarah Adat Kelima Lembaga Adat Tolaki (LAT) Provinsi Sulawesi Tenggara telah berlangsung dengan sukses di Kabupaten Konawe. Acara yang digelar selama dua hari pada 16-17 Mei 2025 bertempat di Rumah Adat Tolaki “Laika Mbu’u” (Rumah Permaisuri Lakidende) di Unaaha berhasil menarik perhatian berbagai pihak.

Dalam proses pemilihan ketua umum, awalnya terdaftar lima kandidat, namun satu orang mengundurkan diri sehingga tersisa empat nama yang berkompetisi: H. Lukman Abunawas, Bisman Saranani, Sahlan Saranani, dan Tie Saranani. Melalui mekanisme demokratis yang penuh dinamika, Dr. H. Lukman Abunawas, S.H., M.Si. akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum LAT Sultra untuk periode 2025-2030.

Pemungutan suara melibatkan 11 daerah yang diwakili Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LAT dari setiap kabupaten, yakni Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Kota Kendari, Buton Utara, Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Muna, dan Bombana. Tak ketinggalan, ketua dan sekretaris LAT periode sebelumnya juga turut memberikan suara.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia Musdat LAT Provinsi ke-V yang telah menyelenggarakan acara ini dengan sukses. Keputusan ini merupakan hasil mepokoaso (musyawarah dan mufakat), terutama dari DPD kabupaten/kota dan lembaga adat Tolaki yang memiliki hak suara,” ungkap Lukman setelah terpilih.

Dalam sambutannya, Lukman menekankan komitmennya untuk mengembangkan adat dan budaya Tolaki. Ia menyoroti pentingnya pengelolaan tanah adat di wilayah Konawe dan Konawe Utara yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Sejak tahun 2000 hingga 2025, LAT harus terus berkembang. Ada banyak potensi adat yang dapat dimanfaatkan, termasuk pengelolaan tanah adat yang masih terlantar. Ini bisa menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat Tolaki, terutama para pemuda,” tegasnya.

Ketua terpilih juga menyoroti urgensi penyelarasan program LAT dengan regulasi pemerintah, seperti UU No. 5 Tahun 1960 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Permendagri No. 3 Tahun 1997 mengenai pemberdayaan lembaga adat.

“Adat adalah simbol kebesaran daerah yang wajib kita jaga bersama. Kita perlu bersatu, baik tokoh adat, generasi muda, maupun masyarakat umum, untuk memajukan Suku Tolaki. Saat ini, saatnya kita mengoordinasikan potensi adat untuk meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.

Lukman berjanji akan segera menyusun program jangka pendek dan panjang yang mencakup pelestarian budaya, pemanfaatan sumber daya adat, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat tanpa selalu bergantung pada bantuan pemerintah.

“Kita harus mandiri, bersatu, dan saling menghargai. Dengan semangat mepokoaso, kita dapat mewujudkan Suku Tolaki yang maju dan sejahtera,” pungkasnya dengan optimis.

Dengan terpilihnya Lukman Abunawas sebagai pemimpin baru, diharapkan LAT Sultra akan semakin progresif dalam upaya pelestarian adat, pemberdayaan masyarakat, dan pendorong pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.

 

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *