BWS Sulawesi IV Kendari Pacu Program P3-TGAI 2025 untuk Swasembada Pangan

Daerah1131 Dilihat

Kendari, netjournal.id – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari mengoptimalkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) 2025 guna mendukung program Swasembada Pangan Presiden RI. Program ini dijalankan oleh Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan pendanaan APBN, bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengelolaan air irigasi yang lebih baik.

Dr. Suwardi, ST., MT, Kepala Satuan Kerja Operasional dan Pemeliharaan Sumber Daya Air BWS Sulawesi IV Kendari, menyatakan bahwa pendaftaran usulan lokasi P3-TGAI dibuka dari 12 Maret hingga 25 April 2025. Proses evaluasi dan validasi akan berlangsung hingga 23 Mei 2025.

“Pengusulan bisa diajukan oleh DPR RI, dinas PU daerah, atau kelompok masyarakat seperti Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A),” jelas Suwardi.

Meski alokasi resmi untuk Sulawesi Tenggara (Sultra) belum ditetapkan, Suwardi memperkirakan kuota tahun ini mungkin berkurang akibat efisiensi anggaran.

“Kami berharap pengurangan tidak signifikan karena banyak daerah di Sultra masih membutuhkan program ini,” ujarnya.

Pada 2024, program ini telah diimplementasikan di 477 titik lokasi di Sultra, dengan Konawe Selatan sebagai daerah dengan alokasi terbanyak (132 titik). Suwardi menekankan bahwa program ini telah memberikan manfaat nyata bagi petani.

“Berdasarkan kunjungan lapangan, petani merasakan peningkatan produktivitas berkat program ini,” katanya.

Selain itu, informasi terkait program dapat diakses melalui website Kementerian PUPR dan media sosial BWS Sulawesi IV Kendari.

“Kami menjamin transparansi, meski mungkin ada keterlambatan respons karena kesibukan di lapangan,” tambahnya.

Rahmat, Humas BWS Sulawesi IV Kendari, menegaskan komitmen mereka untuk mendukung Swasembada Pangan. “Program P3-TGAI 2025 tetap berjalan, dan kami selalu terbuka kepada masyarakat dan media,” tutupnya.

Program ini diharapkan terus berkontribusi pada peningkatan swasembada pangan di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *