Ledakan di Smelter PT OSS, DPRD Konawe Tegaskan Keselamatan Kerja Harus Jadi Prioritas Utama

Daerah220 Dilihat

KONAWE, NETJOURNAL.ID — Insiden ledakan dilaporkan terjadi di fasilitas pemurnian (smelter) nikel milik PT Obsidian Stainless Steel (OSS) pada Sabtu (17/10/2026) sore yang berlokasi di kawasan industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kejadian ini memantik perhatian serius dari kalangan legislatif setempat.

Ketua Komisi I DPRD Konawe, Dedy, S.Si, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Politisi dari Partai Gerindra ini menegaskan bahwa aspek keselamatan jiwa manusia harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan produksi maupun operasional perusahaan.

“Keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikesampingkan demi kepentingan produksi maupun operasional perusahaan,” tegas Dedy.

Menurut Dedy, penanganan insiden ledakan tidak boleh berhenti sebatas mengatasi kondisi darurat di lapangan. Ia mendesak agar penanganan terhadap para korban diprioritaskan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengungkap kronologi kejadian, mencari penyebab utama ledakan, serta mengusut kemungkinan adanya kelalaian dalam penerapan Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Dedy menambahkan bahwa hadirnya investasi berskala besar di Kabupaten Konawe harus berjalan selaras dengan kepatuhan hukum, perlindungan tenaga kerja, serta tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) kepada masyarakat sekitar.

Ia mengingatkan bahwa keberadaan industri besar di Kecamatan Morosi hendaknya tidak hanya dilihat dari sudut pandang aktivitas ekonomi belaka.

“Keberadaan perusahaan di Kecamatan Morosi tidak boleh hanya dimaknai sebagai tempat berlangsungnya aktivitas industri dan investasi berskala besar. Perusahaan juga harus memberikan jaminan keselamatan, melindungi masyarakat sekitar, dan menghadirkan manfaat nyata bagi daerah,” pungkasnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kapolsek Bondoala, Ipda I Putu Hartawan, membenarkan informasi awal mengenai insiden tersebut. Namun, penyebab ledakan hingga kini belum terverifikasi.

“Iya, info awal ledakan di tungku smelter 1, penyebab belum terverifikasi,” kata Putu saat dikonfirmasi awak media.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui penyebab pasti ledakan maupun kronologi lengkap kejadian. Informasi mengenai ada atau tidaknya korban jiwa dan korban luka juga masih belum dipastikan.(*Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *