Konsep “Kota Padi” Konawe Jadi Sorotan Nasional

Daerah1206 Dilihat

KONAWE, NETJOURNAL.ID – Konsep “Kota Padi” yang digagas oleh Penjabat Bupati Konawe, Dr. H. Harmin Ramba, S.E., M.M semakin mendapat perhatian luas. Gagasan ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Konawe melalui pengembangan tiga pusat pertumbuhan atau aglomerasi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand Sapan, dalam acara pamitan Pj Bupati Konawe Harmin Ramba, di Kantor Bupati Konawe, Selasa (30/7/2024) kemarin, mengungkapkan bahwa konsep inovatif ini telah menarik minat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Kabupaten Konawe menjadi salah satu dari 20 daerah yang diundang untuk membahas lebih lanjut mengenai program-program yang mendukung pengembangan kawasan industri terintegrasi.

“Konsep ‘Kota Padi’ tidak hanya berfokus pada pembangunan industri, tetapi juga pada dampak positif yang akan dirasakan masyarakat secara sosial dan ekonomi,” kata Dr. Ferdinand Sapan.

Bappenas melihat potensi besar dari konsep ini dan menganggapnya sebagai model yang dapat diterapkan di daerah lain. Kabupaten Konawe akan mengembangkan tiga pusat pertumbuhan utama, yaitu:

• Konawe Timur: Fokus pada industri manufaktur, terutama di kawasan Morosi.

• Konawe Tengah: Berkembang sebagai pusat industri pangan, seperti padi, palawija, dan lainnya, meliputi wilayah Pondidaha, Wonggeduku, Abuki, dan Puriala.

• Konawe Barat: Terutama di wilayah Routa, akan menjadi pusat industri dengan teknologi yang lebih canggih.

Dengan pengembangan ketiga pusat pertumbuhan ini, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh di Kabupaten Konawe.

“Konsep ini mirip dengan pertumbuhan yang terjadi di kawasan Surabaya, Jakarta, dan Semarang.” ungkap Dr. Ferdinand Sapan

Dukungan penuh dari Bappenas terhadap konsep “Kota Padi” merupakan sebuah prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Konawe.

“Ini menunjukkan bahwa konsep yang kami gagas memiliki nilai strategis dan potensi untuk dikembangkan lebih lanjut,” ungkap Dr. Ferdinand Sapan. (Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *