Ketua DPRD Konawe mendesak penyelidikan tenggelamnya seorang warga di bekas tambang galian C.

Daerah3627 Dilihat

KONAWE, NETJOURNAL.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Dr. Ardin, meminta kepada Kepolisian Resor (Polres) Konawe untuk segera melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tenggelamnya seorang warga di lokasi bekas galian tambang C jenis batu di desa Unggulino, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Ketua DPRD Kabupaten Konawe mengungkapkan, keberadaan galian tambang C jenis batu di Puriala merupakan ancaman nyata bagi keselamatan warga jika tidak segera ditutup atau direklamasi. Oleh karena itu, pihak kepolisian harus memanggil pihak-pihak yang memiliki kaitan atau hubungan dengan galian tersebut, termasuk pemerintah setempat, perusahaan, maupun pemilik lahan.

Dr. Ardin menegaskan bahwa tidak ada proyek yang setara nilainya dengan nyawa manusia. Jika kemudian terjadi kecelakaan hingga mengakibatkan hilangnya nyawa manusia, maka perusahaan harus bertanggung jawab.

Bekas Galian tambang golongan C di Puriala telan korban jiwa

Anggota DPRD Kabupaten Konawe 5 generasi inipun mendesak pemerintah daerah Kabupaten Konawe untuk lebih selektif menerima perusahaan yang hendak melakukan penambangan atau membuka usaha di kabupaten Konawe. Pemerintah harus memastikan perusahaan tersebut taat aturan, mengikuti regulasi pra dan pasca pengolahan, dan memperhatikan masyarakat dan lingkungan tempat dia berusaha.

Dr. Ardin juga menegaskan bahwa pemerintah harus tegas dalam hal ini. Perusahaan yang hendak menambang ataupun berinvestasi di Kabupaten Konawe harus terverifikasi dan memenuhi tanggung jawabnya.

Proses Evakuasi Korban tenggelam

Diberitakan sebelumnya, Seorang gadis remaja berusia 19 tahun bernama Adel, ditemukan tewas terapung di bekas tambang galian C di Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, pada Minggu (14/1/2024) malam. Korban ditemukan tewas usai berenang bersama beberapa orang rekan-rekannya di bekas tambang galian c yang memiliki kedalaman 4 meter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *