Konawe, netjournal.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Konawe yang beberapa tahun silam diresmikan oleh Presiden RI Bapak Jokowi dan dicanangkan sebagai rumah sakit Bintang Lima, kini mendapat sorotan tajam dari masyarakat. RSUD tersebut dinilai tidak memenuhi harapan masyarakat umum, khususnya warga Kabupaten Konawe, karena selalu terkendala masalah serius dan vital, yaitu kebutuhan obat.
Keluarga pasien dilaporkan kerap dibebankan untuk membeli obat di luar apotek RSUD, bahkan harus mencari hingga ke luar kabupaten atau ke RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalih yang diberikan adalah dana pasien akan dikembalikan saat diklaim ulang.
Andri, sebagai salah satu keluarga pasien, menyatakan kekecewaannya. “Kenapa bisa obat yang sangat penting kebutuhan pasien tidak di prioritaskan, bagaimana kalau seandainya pasien yang sudah berstatus koma, sementara masih proses pencarian obat,” ujar Andri. Ia menekankan bahwa persoalan ini harus segera disikapi oleh Direktur rumah sakit dan Bupati Konawe.
Menanggapi hal ini, Humas RSUD Kabupaten Konawe, dr. Abdi, memberikan penjelasan. Dr. Abdi menyatakan bahwa persoalan obat ini memang sudah cukup lama, bahkan sejak COVID-19, dikarenakan keterbatasan suplai obat yang tidak terpenuhi akibat menumpuknya utang RSUD.
“Pihak perusahaan juga tidak akan memberikan obat tanpa di bayar memang lebih dulu,” kata dr. Abdi, membenarkan bahwa utang kepada supplier menjadi pemicu utama kekosongan obat.
Andri berharap Direktur RSUD Kabupaten Konawe harus lebih kreatif dalam mengatasi masalah yang dikhawatirkan akan terus berkepanjangan ini. Ia juga memohon agar Bupati Konawe tidak menutup telinga sehingga keluarga pasien dapat kembali percaya pada pemerintah yang ada.
Laporan: Redaksi






