Guru Honorer Supriyani Akhirnya Diangkat Jadi PPPK

Daerah614 Dilihat

Konawe Selatan, netjournal.id – Kisah perjuangan Supriyani, guru honorer SD Negeri 4 Baito, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), mencapai titik terang. Setelah melewati masa sulit terkait tuduhan penganiayaan siswa dan penantian panjang, ia kini resmi diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui jalur usulan formasi khusus.

Supriyani, yang telah mengabdi selama 16 tahun, menerima Surat Keputusan (SK) PPPK bersama 649 Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) lainnya dalam seremoni yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konsel melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di Auditorium lantai III Kantor Bupati pada Senin, 19 Mei 2025.

Perjalanan Supriyani menuju status Aparatur Sipil Negara (ASN) memang tidak mudah. Setelah dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Andoolo pada Oktober 2024, ia sempat mengikuti seleksi PPPK tahap pertama di awal 2025. Sayangnya, ia tidak lolos dalam formasi reguler, meskipun sebelumnya telah dijanjikan jalur afirmasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia. Situasi ini sempat menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan di kalangan publik.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, langsung mengunjungi kediaman Supriyani di Konawe Selatan pada pertengahan Januari 2025. Dalam pertemuan krusial itu, Bupati Konawe Selatan saat itu, H. Surunuddin Dangga, mengambil langkah sigap dengan menyerahkan langsung usulan formasi khusus untuk Supriyani kepada Dirjen GTK. Tindakan ini menunjukkan komitmen nyata Pemkab Konsel terhadap nasib guru yang telah lama berdedikasi ini.

Usulan tersebut akhirnya membuahkan hasil manis. Hari ini, Supriyani resmi menjadi ASN PPPK tenaga guru di SD Negeri 4 Baito, tempat ia mengabdi selama ini.

“Alhamdulillah saya sangat senang, bahagia, pokoknya terharu. Apalagi saat di ruangan tadi langsung teringat bagaimana masalah yang telah berlalu itu,” ungkap Supriyani, seperti dikutip dari Kendari Pos, usai acara penyerahan SK yang dipimpin langsung oleh Bupati Irham Kalenggo, didampingi Wakil Bupati Wahyu Ade Pratama Imran, Sekda St Chadidjah, Kepala BKPSDM Pujiono, serta sejumlah kepala OPD lingkup Pemda Konsel.

Supriyani juga menyampaikan terima kasih tak terhingga atas dukungan dari berbagai pihak yang telah mendampingi perjalanannya, terutama saat menghadapi masalah hukum. “Alhamdulillah ya Allah, Terima kasih atas dukungan dan doa semua pihak, terutama orang tua dan suami saya yang terus menemani sampai detik ini,” tuturnya penuh syukur.

Ia secara khusus berterima kasih kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Ibu Dirjen Nunuk Suryani, Bapak H. Surunuddin Dangga (mantan Bupati Konsel), serta Ibu Sekda yang telah mengajukan usulan formasi khusus. Tak lupa, ia juga berterima kasih kepada Bupati Irham Kalenggo, Wakil Bupati Wahyu Ade Pratama Imran, Ibu Sekda, dan Kepala BKPSDM yang telah menyerahkan SK kepadanya.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh guru, khususnya PGRI, tim kuasa hukum, jurnalis, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pihak dan masyarakat yang telah memberikan dukungan dan kekuatan.

Ke depan, Supriyani menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas mulia sebagai seorang guru dengan sebaik-baiknya. “Sejak awal mengabdi saya sudah niatkan menjalankan tugas mulia ini sebaik-baiknya. Mendidik anak-anak di sekolah, menyiapkan penerus bangsa sehingga mencapai cita-citanya. Saya mencintai profesi ini,” pungkasnya dengan semangat.

 

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *