DPRD Konawe Minta PT OSS Evaluasi Total K3 Pascaledakan Smelter, Polisi Temukan Penyebab Utama

Daerah190 Dilihat

KONAWE, NETJOURNAL.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, merekomendasikan manajemen PT Obsidian Stainless Steel (OSS) untuk segera melakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap standar operasional keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Langkah ini diambil menyusul insiden ledakan yang terjadi di Smelter 1 PT OSS pada Sabtu (17/10/2026).

Rekomendasi tegas tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar oleh DPRD Konawe bersama pihak-pihak terkait untuk membedah penyebab dan dampak insiden tersebut. Walaupun dipastikan tidak ada korban jiwa, peristiwa ledakan itu dilaporkan memicu trauma mendalam bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan industri.

Dalam RDPU yang berlangsung pada Kamis (22/10/2026), Kanit Tipidter Polres Konawe, IPDA Yaya Andika Pria Elsayadi, S.H., M.M., membeberkan dinamika serta temuan awal dari proses penyelidikan aparat kepolisian.

IPDA Yaya menjelaskan bahwa begitu menerima laporan perihal ledakan tungku smelter, timnya langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) sesuai instruksi pimpinan. Namun, petugas sempat menghadapi kendala lantaran tidak diberikan akses masuk oleh pihak perusahaan pada hari kejadian.

“Kendala kami pak akses, kami tidak diberikan akses untuk masuk ke perusahaan saat hari kejadian (Sabtu, 17/10/2026). Kami baru bisa masuk besoknya (Minggu, 18/10/2026) untuk melakukan penyelidikan,” ungkap IPDA Yaya di hadapan peserta rapat.

Setelah berhasil masuk ke area pabrik, penyidik Tipidter Polres Konawe segera mengumpulkan data, mengolah TKP, serta memeriksa sejumlah saksi kunci, termasuk petugas safety keselamatan kerja perusahaan. Fokus utama penyidikan diarahkan pada penerapan standar operasional prosedur (SOP) di lapangan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan Olah TKP awal, pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi pemicu utama ledakan di Smelter 1 PT OSS.

Insiden tersebut terjadi akibat adanya penyumbatan pada pipa pembuangan uap smelter.

“Saat penanganan slag (terak tambang), uap panas yang terkumpul di pipa pembuangan terlambat dipindahkan ke kolam pendingin. Akibatnya, uap menumpuk dan memicu cairan lava menguap hingga akhirnya terjadi ledakan,” terang perwira pertama Polres Konawe tersebut.

Menutup keterangannya, Polres Konawe menekankan pentingnya komitmen perusahaan dalam mengevaluasi pelaksanaan SOP secara ketat agar insiden serupa tidak kembali terulang dan membahayakan keselamatan kerja maupun warga sekitar. (*Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *