Didemo Mahasiswa Soal Beasiswa CSR, DPRD Konawe Janji Usut Tuntas

Berita741 Dilihat

Konawe, netjournal.id – Puluhan mahasiswa Universitas Lakidende (Unilaki) mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe pada Senin, 19 Mei 2025. Aksi unjuk rasa ini digelar untuk mendesak kejelasan dan transparansi terkait penyaluran dana beasiswa yang bersumber dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Mahasiswa menilai penyaluran beasiswa tersebut selama ini tidak merata dan minim akuntabilitas, sehingga banyak yang berhak tidak mendapatkan manfaat.

Kedatangan para mahasiswa, yang dikoordinir oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unilaki selaku koordinator lapangan, ini disambut langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya. Di hadapan massa aksi, I Made Asmaya menyatakan dukungan penuhnya terhadap aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

“Saya sepakat dengan adik-adik mahasiswa. Mengapa penyaluran CSR ini dilakukan tanpa koordinasi dengan DPRD?” ujar I Made Asmaya, mempertanyakan mekanisme penyaluran yang berjalan selama ini tanpa melibatkan fungsi pengawasan legislatif.

Menindaklanjuti persoalan ini, I Made Asmaya menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe. “Kami sudah sampaikan ke Pemda agar segera duduk bersama DPRD untuk membahas mekanismenya penyaluran dana CSR ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, I Made Asmaya mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, DPRD Konawe akan mengambil langkah konkret untuk mengurai simpul persoalan ini. Pihak legislatif berencana memanggil Dinas Pendidikan dan jajaran Pemda terkait untuk dimintai keterangan. Selain itu, DPRD juga akan mengundang perwakilan dari perusahaan-perusahaan tambang dan industri yang beroperasi di Konawe dan memiliki kewajiban CSR. Langkah ini diambil agar pengelolaan dana CSR ke depan dapat lebih terkelola dengan baik, transparan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mahasiswa serta masyarakat luas.

I Made Asmaya juga memberikan jaminan kepada mahasiswa bahwa DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan secara amanah. “Percayalah, kami akan menjalankan fungsi pengawasan secara amanah. Mahasiswa juga akan kami libatkan dalam proses ini,” janji I Made Asmaya, seraya menegaskan komitmen pribadinya, “Saya akan jadi garda terdepan memperjuangkan aspirasi kalian.”

Di sisi lain, perwakilan mahasiswa menyampaikan keluhan mereka terkait dampak penyaluran beasiswa CSR yang dinilai tidak tepat sasaran. Salah satu orator mahasiswa dengan lantang menyuarakan keprihatinan. “Banyak teman kami belum tersentuh bantuan ini. Bahkan ada yang hampir putus kuliah karena ketiadaan biaya, padahal dana CSR perusahaan itu seharusnya bisa membantu mereka,” ujarnya, menggambarkan betapa mendesaknya kebutuhan akan bantuan beasiswa tersebut.

Para mahasiswa menegaskan bahwa dana CSR yang dikucurkan oleh perusahaan-perusahaan di Konawe, khususnya dari sektor pertambangan dan industri, seharusnya diprioritaskan untuk menyasar sektor-sektor fundamental seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial. Tuntutan utama mereka jelas: beasiswa yang berasal dari dana CSR harus disalurkan secara tepat sasaran dan dengan mekanisme yang akuntabel serta transparan.

Pertemuan antara mahasiswa Unilaki dan pimpinan DPRD Konawe ini diakhiri dengan kesepahaman untuk menindaklanjuti persoalan beasiswa CSR secara serius. Pihak DPRD berkomitmen untuk segera memulai langkah-langkah sesuai yang disampaikan, dengan membuka ruang partisipasi bagi perwakilan mahasiswa dalam proses pengawasan dan penyelesaian masalah ini.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *