Terkontaminasi E. Coli pada Sampel Bakso, BGN Suspend Satu SPPG Program MBG di Konawe

Daerah206 Dilihat

KONAWE, NETJOURNAL.ID — Pemerintah Kabupaten Konawe bersama Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat menangani kasus gangguan pencernaan yang dialami puluhan siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, ditemukan indikasi kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) dan coliform pada sampel kuah serta pentolan bakso yang disajikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, S.P., M.H., selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Konawe menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga dan para siswa yang terdampak. Ia menegaskan seluruh siswa yang sempat mengalami gangguan kesehatan telah mendapatkan perawatan medis dan kini telah pulih sepenuhnya.

“Atas nama pemerintah daerah dan selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Konawe, kami menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga dan para siswa yang terdampak atas kejadian tersebut,” ujar Ferdinand, Jumat (25/9/2026).

Ferdinand menjelaskan, dari serangkaian sampel makanan yang diuji laboratorium—seperti nasi, sayur, dan pisang—hanya sampel bakso dan kuah yang menunjukkan hasil melebihi batas toleransi. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi total Pemkab Konawe untuk memperketat pengawasan dari rantai pasok hingga pengolahan makanan di dapur MBG.

Mewakili Badan Gizi Nasional, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyani, S.K.M., M.B.C., turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian yang menimpa lebih dari 36 siswa tersebut. Pihaknya memastikan BGN bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya perawatan para siswa, baik di puskesmas maupun rumah sakit.

Sebagai langkah tegas, BGN melalui Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan memberlakukan status suspend (penangguhan operasional) selama 20 hari terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah tersebut, terhitung sejak 24 September 2026.

“Selama masa penangguhan, SPPG tidak melaksanakan layanan MBG bagi penerima manfaat. Kelanjutan operasionalnya akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap kondisi infrastruktur dan kualitas layanan,” tegas Mulyani.

Tidak hanya menghentikan sementara operasional SPPG terdampak, BGN juga menerjunkan tim bersama Diskes dan DLH Kabupaten Konawe untuk mengevaluasi secara menyeluruh 26 SPPG yang beroperasi di wilayah Kabupaten Konawe.

Langkah kroscek komprehensif ini dilakukan demi memperkuat jaminan keamanan pangan dan memastikan program MBG di Kabupaten Konawe berjalan sesuai standar baku demi mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. (Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *