Konawe, netjournal.id – Made Asmaya, Ketua DPRD Kabupaten Konawe, secara konsisten menunjukkan dedikasi dalam menjaga dan mempopulerkan budaya serta kearifan lokal suku Tolaki. Dalam berbagai agenda resmi maupun kunjungan kerja, ia kerap menonjolkan identitas budaya dengan mengenakan pakaian adat Tolaki lengkap, termasuk topi khas yang menjadi ciri kebanggaan masyarakat setempat.
Jahiudin, Wakil Ketua Lembaga Adat Tolaki Konawe, memberikan pujian atas komitmen tersebut. Dalam wawancara pada Minggu (13/4/2025), ia menegaskan bahwa tindakan Asmaya bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian budaya.
“Beliau tidak hanya berpidato, tetapi langsung mempraktikkan nilai-nilai budaya melalui penampilan sehari-hari. Ini patut menjadi contoh bagi generasi muda untuk mencintai warisan leluhur,” ujar Jahiudin.

Lebih dari sekadar busana, Asmaya juga menginisiasi sejumlah program strategis. Salah satunya adalah koordinasi dengan pemerintah pusat untuk merealisasikan pembangunan monumen adat Tolaki, yang lokasinya telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Selain itu, ia mendorong alokasi anggaran khusus guna mendukung kegiatan lembaga adat, termasuk penyelenggaraan musyawarah adat untuk menyelaraskan penerapan hukum tradisional.
Asmaya juga menekankan pentingnya revitalisasi nilai-nilai filosofis Tolaki, seperti inae konasara iye po esara inae lia sara iye pineka sara, serta pemahaman mendalam tentang konsep tehala owose dan tehala mohewu. Dukungan anggaran pun diberikan untuk penyediaan perlengkapan adat, seperti songgo dan sorume, yang kerap digunakan dalam ritual tradisional.
Upaya ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat Konawe, tetapi juga menarik minat wisatawan melalui keunikan budaya Tolaki. Dengan langkah konkret ini, Asmaya berharap semakin banyak generasi muda dan tokoh masyarakat yang tergerak untuk turut melestarikan warisan nenek moyang.
Tim Redaksi






