DPRD dan Pemkab Konawe Rapat Bahas Rencana Pembangunan Daerah 2025-2045

Daerah833 Dilihat

KONAWE, NETJOURNAL.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe bersama pemerintah daerah Kabupaten Konawe menggelar rapat pembahasan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2025 – 2045. pada Senin, (29/01/2024).

Rapat tersebut berlangsung di ruang rapat gedung H. Ardin lantai 2, dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Konawe, Ardin, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Konawe Rusdianto, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Konawe, H. Abdul Ginal Sambari, dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Konawe.

Dalam rapat tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Konawe memaparkan visi dan misi pembangunan Kabupaten Konawe tahun 2025 – 2045. Visi Kabupaten Konawe adalah “Terwujudnya Kabupaten Konawe sebagai Pusat Agrowisata dengan City Branding Kota Padi dan Industri yang Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan”.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Kabupaten Konawe membutuhkan dukungan peningkatan industri dan ekonomi kreatif, peningkatan pariwisata, kemudahan berinvestasi, peningkatan di sektor kemaritiman, dan komitmen terhadap lingkungan.

Sedangkan untuk mewujudkan misi Kabupaten Konawe tahun 2025-2045, dibutuhkan peningkatan pendapatan dan perizinan, pemerataan pembangunan daerah, dan pemerataan pembangunan infrastruktur.

Menanggapi pemaparan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Konawe, Ardin, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Konawe, Rusdianto, memberikan beberapa catatan.

Menurut Ardin, pemaparan yang disajikan merupakan gambaran umum yang tentunya akan dituangkan dalam RPJMD dan RKPD yang kemudian disepakati bersama pemerintah dan DPRD Kabupaten Konawe.

Ardin menambahkan bahwa sistem pemerintahan harus terus berjalan dan tidak boleh vakum. Visi dan misi daerah tentu diharapkan dapat memberikan peluang bagi daerah itu sendiri untuk menjaga identitas dan budayanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Rusdianto meminta agar pemkab Konawe memberikan langkah kongkret untuk mewujudkan City Branding Kota Padi. Rusdianto mengatakan bahwa Kabupaten Konawe telah lama dikenal sebagai lumbung beras Sultra, sehingga bukan hal baru jika kemudian ada branding terkait hal ini. Namun, yang paling penting adalah langkah untuk mewujudkan program tersebut. (Am/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *